Drop Mesin Injeksi, Bagaimana Dengan Balap Liar ?


Nahh, ini yang sering bias menjadi buah bibir, drop mesin mesin injeksi dari pabrikan. Alasannya tidak lain yaitu efisiensi bahan bakar dan juga ramah lingkungan yang dihasilkan mesin injeksi. Dan juga mesin injeksi menunjukkan performa yang lebih baik daripada mesin dengan karburator, tentu saja dalam format mesin standart.

Lho, terus bagaimana yang terjadi pada mesin mesin yang akan dipakai dalam drag race dan road race nantinya?
Yang kita tahu sekarang ini road race dan drag race di Indonesia masih menggunakan mesin kovensional dengan menggunakan karburator dan mesin jenis ini memang lebih mudah settingannya karena bias disetting manual alias tanpa menggunakan alat alat elektronik.
Namun jelas berbeda dengan mesin injeksi yang beberapa sedah tidak memakai system CDI dan menggunakan system pembakaran dengan ECU, memang kedua nya sama sama system pembakaran. Bedanya ECU lebih kompleks dan bias memberi hasil lebih baik. ECU inilah yang harus di program menggunakan alt elektronik seperti computer untuk mengetahui grafik powernya. Dan tentu saja untuk bengkel balap liar dan yang bukan bengkel resmi akan kesulitan untuk pemrogramannya karena ini juga harus memiliki keahlian dalam bidangnya. Trus bagaimana dengan balap liar? Nahh ini bias aja berlanjut dengan tetap mempertahankan dengan semua mesin karburator yang ada…namun kelak lama kelamaan mesin mesin ini akan aus juga dan harus berganti ke generasi selanjutnya dan saat itulah mesin injeksi akan masuk ke pasar balap liar, Drag race dan Roadrace nasional.

Related Post